SAHABAT YANG TAK DISENGAJA

Di salah satu sekolah pernah diadakan sebuah event yang tingkatannya tidak kalah dengan event-event Jawa Timur-an, padahal event tersebut hanya diadakan di sebuah kota yang mungkin sangat kecil di provinsi Jawa Timur. Event tersebut meliputi event bola basket, bola voli, bahkan cheerledans pun ikud memeriahkan event tersebut. Nama eventnya adalah ACC (Amazing Competition of Castle). Di dalam event tersebut diikuti sekitar kurang lebih 58 sekolah se-Jawa Timur.
Pada suatu upacara pembukaan ceremony event tersebut, segenap panitia membawa papan nama yang bertuliskan daftar-daftar sekolah yang mengikuti event tersebut. Pada waktu itu Sonia membawa papan nama dari salah satu SMK di kota Mojokerto, sedangkan temannya Sonia, yang bernama Ulya membawa papan nama dari salah satu SMK dari kabupaten Mojokerto .Tetapi menjelang detik-detik upacara, peserta parwakilan dari SMK 1 pun (sekolah yang dipegang Sonia) tidak kunjung datang, sehingga diwakili siswa-siswi dari sekolah kami sendiri.
Sebelum upacara berlangsung, Ulya dan Sonia serta teman panitia yang lain, sedikit mengobrol-ngobrol ria dengan pemain basket dari sekolah yang Ulya pegang. Ada Deyis, Eno, Alif serta 2 temannya yang lain. Anak-anak itu sangat asik buat dijadiin teman. Apalagi yang namanya Eno itu, dia paling suka nggodain Sonia. Hehe. Ada feel mungkin tuh si Eno.
“Eh eh, mbak. Peserta dari sekolah itu mana mbak?” katanya memulai pembicaraan.
“Nah, mangkanya itu maz. Aku tidak tau.” Jawab Sonia.
“Wah, gak dateng mungkin mbak. Hehe...”
“Ehm,, kalau gak dateng, aku nanti lak gak ada temen’e waktu upacara. Huft...”
“Ya uda lah mbak, tak temenin. Hehehe...”
“Heh?” jawab Sonia kaget.
“Cie cie, Sonia rek, sma maz maznya tuh. Hahay...” goda Ulya.
“Apa-apa’an sih Ly,” Gerutu Sonia.
“Hahaha... ya maap.”
Upacara pun berlangsung dengan khidmat, tetapi peserta dari kubu tim sekolah yang Ulya bawa sungguh sangat rame sekali saat upacara... (‘Huft,, jadi mangkel sendiri dia...’)
Bla Bla Bla....
Akhirnya tiba waktunya pertandingan. Kami pun sibuk dengan tugasnya sendiri-sendiri menjadi panitia.
Dan sekitar pukul 13:00 tiba waktunya sekolahnya Eno, dkk buat bertanding. Dan pada waktu itu juga, Ulya dan Sonia tidak sengaja lewat depan ruang ganti dan ada yang memanggil kami berdua.
“Mbak mbak, kita mau tanding lho. Minta do’anya ya mbak.” Kata salah satu pemain tersebut. Kalau gak salah Deyis namanya.
“Ouw, iya maz, kita do’ain kok. Ehm,, mungkin habis ini kita juga nonton kok. Good luck ya maz...” kata Ulya.
“Good luck?? Kayak mau ngerja’in soal ujian ae Ly...” kata Sonia kepadaku.
“Babahin ce...”
Tiiit.... pertandingan pun berlangsung dengaan seru dan menegangkan. Penampilan dari sekolah-sekolah yang lain pun juga begitu.
“Yessh mbak, kita menang lho...” kata salah seorang pemain.
“Ya iya lah, it kan berkat do’a dan dukungan dari kita. Hehehe...” kata Sonia.
Di hari-hari berikutnya pun juga seperti itu. Seru, asik, dan menegangkan di semua pertandingannya, baik itu pertandingan basket maupun pertandingan voli. Sampai akhirnya pada waktu hari kelima mungkin. Sekolah yang Ulya  pegang dulu tanding lagi. Tapi kali ini mereka kalah.
“Jiah mbak, kita kalah...”
“Yo wzt yang sabar ae. Pyn ce gak minta do’a restu ke kita tadi waktu mau tanding.” Kata Sonia.
“Ehm,, emang ngaruh ya mbak?”
“Ya enggak sih... Hahaha...”
Pada waktu mereka berada di ruang ganti, ada Sonia dan Ulya di situ. Mereka terus saja mengajak kami ngobrol. Penuh canda tawa kami semua di koridor tempat mereka ganti.
“Maz, orang yang no punggungnya 7 itu siapa nama’e?” tanya Sonia ke pemain no punggung 10.
“Ouw, itu ta mbak. Namanya Deyis. Hayo,, mbaknya suka ya atau ngefans gitu ma dia.”
“Enggak kok, cuma sekedar kagum saja. Ehm,, kalau yang no punggung 9 itu siapa maz?
“Itu namanya Eno mbak.”
“Ouw, iyah ya. Lha kalau maznya sendiri namanya siapa?”
“Aku Alif mbak.”
“Owalah... Ya sudah wezt. Salam kenal buat semuanya saja.”
“Iya mbak lam kenal juga...” kata mereka serempak yang sedari tadi menyadari bahwa Alif sedang mengobrol bersama Sonia.
“Oh  iya mbak, boleh minta no HP gak mbak? Ya itung-itung kita jadi seorang teman gitu..” kata Alif pada Sonia
“Ehm,, boleh kok. Kita tukeran no  HP ya...”. Jawabnya.
“Iya mbak...”
Bla Bla Bla... Aksi tukeran no HP pun terjadi di situ antara Alif, Sonia, dan Ulya.
“Ehm,, ini no-nya siapa?” Tanya Sonia pada Alif.
“No ku mbak..”
“Lhoalah, padahal aku pengen minta no’e mas Deyis dan mas Eno loh...”
“Hayo, mbak’e suka ya sama mereka berdua. Uda deh mbak ngaku saja.”
“Enggak kok maz, cuma ngefans saja sama mereka berdua. Hehe...”
“Owalah. Ya uda mbak ntar aku beri deh no-nya mereka berdua, tapi ntar ae kalau aku uda pulang...”
“Oyiee, thankz maz.”
Bla Bla Bla...
Akhirnya hubungannya Sonia, Ulya, dan semuanya menjadi sangat dekat. Tak disangka, ternyata kedekatan kami semua membuat Eno ada feel sama Sonia. Tapi gak sampai pacaran sih, karena kita sudah membuat aturan/janji sahabat, bahwa dilarang ada percintaan atau apa di antara kita. Kita menjadi seorang sahabat saja, sahabat sejati, seutuhnya dan selamanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar